CabeMedan.my.id
Informasi Cabe Medan mengenai Cara menanam Cabe yang baik. Cabe
merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat berfluktuasi.
Apalagi menjelang hari-hari besar seperti lebaran, harga cabe pasti melonjak
tinggi. Hal ini yang memancing orang untuk menanam cabe, baik untuk dijual
maupun sekadar untuk persediaan sendiri. Sayangnya bagi yang tinggal
diperkotaan ketersedian lahan untuk bercocok tanam sangat terbatas. Namun hal
ini bisa disiasati dengan menanam cabe dalam pot atau polybag.
Cara menanam cabe
dalam pot atau polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabe bisa
dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam
cabe bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut. Suhu
optimal bagi tanaman cabe ada pada kisaran 24-27 o C, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari
itu. Sifat tersebut tergantung dari jenis varietas cabe. Salah satu jenis cabe
yang cocok untuk ditanam di pekarangan adalah cabe kerting. Jenis ini relatif
lebih tahan terhadap iklim tropis dan rasanya pedas banyak disukai di pasaran.
Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabe keriting dalam polybag.
Pemilihan benih Di
pasaran banyak macam varietas cabe keriting, mulai dari hibrida hingga varietas
lokal. Cara menanam cabe lokal dan hibrida tidak mempunyai perbedaan yang
berarti. Hanya saja beberapa cabe hibrida dianjurkan dirawat dengan
produk-produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari
Taiwan dan Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus,
hingga Tanah Karo, Sumatera Utara. Saat ini terdapat varietas lokal hasil seleksi,
produktivitasnya pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya
dijual dalam kemasan kaleng seperti tampar yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari
segi teknis, cara menanam cabe keriting lokal lebih sederhana dan anti ribet
dibanding cara menanam cabe hibrida. Cabe lokal lebih adaptif dengan kondidi
lingkungan dibanding cabe hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dari
hibrida.
Penyemaian benih Cara
menanam cabe dalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau
biji. Pertama-tama benih cabe harus disemaikan terlebih dahulu. Proses
penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih
yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu
kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar. Tempat
persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray)
persemaian, atau petakan tanah. Untuk melihat lebih detail silahkan bacacara
membuat media persemaian. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan
petakan tanah untuk media persemaian. Buat petakan tanah dengan ukuran
secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah
dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat
ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.
Masukkan benih cabe dalam larikan dengan
jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau
tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan
agar karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan
tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik
transparan untuk melindungi bibit cabe yang masih kecil dari panas berlebih dan
siraman air hujan langsung. Tanaman cabe siap dipindahkan ke polybag besar
setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.
Penyiapan media tanam Pilih
polybag yang berukuran diatas 30 cm, agar media tanam cukup kuat menopang
pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Selain polybag, bisa juga digunakan pot
dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau bisa juga menggunakan
wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk
saluran drainase. Cara menanam cabe dalam polybag bisa menggunakan media tanam
dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan
lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan
lebih detail. Beberapa contoh komposisi media tanam diantaranya adalah (1)
Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk
kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah dan
pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang,
sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk
kandang. Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan
sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga campuran tersebut
benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan
genteng, atau pecahan styrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi
daerah perakaran tanaman.
Pemindahan bibit Setelah
bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabe dari tempat
persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat pagi hari atau sore
hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.
Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada
perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila
persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun
pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam.
Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan
tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.
Pemeliharaan dan perawatan § Pemupukan, berikan pemupukan
tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau
apabila ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk
organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu
kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah. § Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya
disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik,
siram tanaman setiap hari. § Pengajiran,
setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna
untuk menopang tanaman agar berdiri tegak. § Perompesan, tunas-tunas muda yang
tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada
hari ke-20 setelah tanam,
perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga
terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang
belum terlalu kuat menopang. § Hama
dan penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya
dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit. Apabila terlihat
ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal ulat semprot
dengan insektisida secukupnya, kalau terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk
bercocok tanam cabe organik gunakan pestisida alami, silahkan lihat dicara
membuat pestisida organik.
Pemanenan Umur cabe dari mulai
tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa
panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis
hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabe masih
bisa tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen
sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen
pada malam dan siang hari. Tutorial cara menanam cabe ini cocok diterapkan pada
pertanian sekala kecil atau lahan pekarangan. Bisa diterapkan juga untuk
pertanian vertikultur atau urban farming. Semoga bermanfaat.

